Singel OS Open Source se-Fakultas
Operating System (OS) dapat definisikan suatu sistem yang digunakan pada suatu perangkat keras, definisi tersebut saya tarik sendiri berdasarkan apa yang saya tau. Dua benda elektronik yang sering digunakan adalah laptop dan telepon selular bagi kalangan mahasiswa. Kali ini yang akan saya bahas tentang OS yang dipakai pada laptop.
Umumnya orang indonesia memiliki laptop atau komputer dengan OS Windows, banyak sekali pemilik perangkat keras yang ditanami OS tersebut akan tetapi kebanyakan pengguna tidak memahami OS tersebut, pengguna (user) biasanya hanya menggunakan untuk kebutuhan sehari contohnya bagi mahasiswa mengerjakan tugas/laporan, menyimpan materi dan lain-lain. Sayangnya OS Windows yang beredar/digunakan (install) oleh user indonesia adalah hasil bajakan.
Menurut beberapa survei yang pernah saya baca diberita online bahwa sistem hasil bajakan memiliki file yang dapat membahayakan / merusak, Jadi seringkali laptop/komputer user dalam jangka waktu tertentu mengalami masalah. Hal ini pernah saya alami ketika membeli laptop bekas yang telah terinstal sistem bajakan karena kurangnya pengetahuan hanya sekitar pemakaian 3 bulan laptop saya mengalami penurunan kinerja sampai pada akhirnya tidak dapat digunakan. Dari pengalaman tersebut saya membeli laptop baru yang telah terinstal sistem DOS dari produsennya, mengingat keruskan pada laptop sebelumnya saya mencari alternatif untuk menggunakan sistem lain yang bukan bajakan tetapi dapat dijangkau harganya.
Awalnya saya mencari informasi tentang ubuntu karena hanya itu yang saya tahu berdasarkan salah satu program ditelivisi swata yang berbincang dengan staf kementrian komunikasi informasi. Selanjutnya saya menginstalnya dan sedikit demi sedikit memahami apa itu ubuntu, sampai saya tahu bahwa ubuntu bukanlah suatu sistem tepai hanya sebuah distro pada sistem Linux.
Jika mahasiswa pada bidang komputer pasti banyak yang membahasnya dalam perkuliahan bahkan bisanya terdapat komunitas. Akan tetapi berbeda dengan saya, di fakultas saya tidak ada hal seperti itu karena saya berada pada bidang pertanian jadi semua informasi yang saya dapat bersumber dari internet.
Masalah pun berdatangan tetapi selanjutnya akan saya sebutkan yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan. Pertama, tidak ada atau saya belum menemui mahasiswa/i lain yang menggunakan sistem Linux apalagi dosennya, jadi serasa terkucilkan seperti contohnya materi yang diberikan dosen tidak pas jika dibuka pada laptop saya terkadang jika memiliki file untuk diberikan pada teman harus dikonversi jadi sebagai minoritas ya harus selalu mengalah. Kedua yaitu tugas, dibidang pertanian pasti banyak membuat laporan dari praktikum, biasanya dalam satu minggu membuat 2-4 laporan ditambah terkadang tugas yang perlu diketik/print. Pada awalnya memang sedikit susah karena hasil laporan yang telah selesai harus diprint di mesin fotokopi dimana komputer yang ada selalu OS Windows. Akibatnya file yang ada harus dikonversi, hal ini bukan masalah yang sulit akan tetapi berbeda pada saat ketika ada persyaratan margin harus sesuai dimana hasil print file saya selalu tidak tepat karena ukuran yang berbeda antara distro ubuntu dengan sistem windows.
Setiap ada permasalahan pasti ada solusi saat ini saya masih menggunakan sistem linux akan tetapi tidak lagi menggunakan distro ubuntu tetapi xubuntu sebenarnya bukan karena 2 permasalahan diatas teapi karena distro xubuntu lebih ringan dan cepat menurut saya. Dan selanjutnya saya memiliki printer sendiri jadi tidak ada masalah dalam pencetakan laporan/tugas. Sedangkan permasalah materi dari dosen yang tidak sesuai hanya sedikit biasanya bermasalah pada margin, paragraf dan gambar dari grafik yang biasanya tidak muncul.


0 komentar:
Posting Komentar