Pengalaman akhir tahun, token dari bank bni yang fungsinya sebagai pengaman selama internet banking terblokir karena salah memasukkan pin yang sebenarnya. Penyebabnya karena lupa disimpan dilemari, jadi sasaran sepupu buat mainan. Sekitar 2 minggu tetap kondisinya terblokir karena rasa sudah ke cabang bni terdekat tetapi tidak bisa dan disarankan menghubungi customer service karena mencatut hal pribadi.
Wah harus telfon customer service perlu banyak pulsa dong?? ini yang membuat saya malas untuk segera meneflon customer service, lha wong telfon kesesama operator seluler saja keberatan apalagi ke telfon rumah. Setelah browsing ternyata Telkomsel memberikan layanan paket telfon rumah sehargga Rp, 1250,00 diganti menjadi bonus senilai Rp, 20,000,00 untuk biaya ke telfon rumah. dan hasilnya setelah mencoba menggubunig call center bni (021)500046 beberapa detik ternyata pulsa bonus *889# berkurang, kemudian coba lagi sampai masalah token selesai. Lama telfon sekitar 13 menit menyisakan pulsa bonus sekitar Rp, 3500,00.
Operator atau sim card yang dipakai adalah simpati, cara pendaftarannya melalui menu *100# kemudian paket telfon & sms - paket telfon rumah. Sekian terimakasih semoga membantu.
Terkesan monoton topik artikel yang saya tulis yaitu tentang ketik mengetik. Memang hanya ini yang saya tekuni selain kuliah, yang sampai pada akhirnya juga bisa untuk mencukupi biaya kuliah. Lebih tepatnya mengetik adalah hobi dan pekerjaan. Mulai dari liburan tahun baru yang awalnya untuk mengisi waktu luang untuk belajar mengetik lancar sampai bergabung dengan komunitas dunia maya tentang pekerjaan data entry (captcha solver).
Kecepatan 97 kata per menit, tanggal 21 November 2015.
Sedikit pengalaman saya tentang
cara mengganti keyboard laptop yang rusak.Kerusakan hanya terjadi pada satu tombol yang tidak berfungsi, tetapi
posisinya di home row yaitu bagian untuk menempatkan jari kita diawal yang
pastinya merupakan tombol yang paling sering digunakan.Memperbaiki keyboard laptop sama dengan
menggantinya karena keyboard didesain untuk tidak dibongkar untuk melihat
bagian PCBnya, beda dengan keyboard eksternal yang mudah dibongkar.
Alasan
mengapa saya lakukan perbaikan sendiri adalah rasa penasaran dan dari hasil
survey di toko-toko komputer / servisan rata-rata harga keyboard + biaya pasang
sampai Rp. 225.000 (ori), kemudian cek di tokopedia ternyata dengan tipe sama
ada yang menjual dengan harga Rp. 95.000, selisihnya lumayan kan walaupun
memang kualitasnya ternyata lebih rendah tapi yang penting fungsinya bisa
kembali normal.
Langkah
pertama untuk melepaskan keyboard lama adalah dengan melepas baterai laptop
agar layar bisa dibuka lebih lebar.Lanjut ke bagian atas keyboard yang terdapat beberapa pengait, dalam
pemasangan keyboard laptop tidak menggunakan baut sama sekali jadi alat yang
perlu digunakan hanya obeng minus untuk mengungkit saja.
Setelah
bagian atas keyboard renggang kemudian tarik pelan-pelan untuk melepaskan
bagian bawahnya. Langkah yang awalnya membingungkan saya adalah cara pelepasan
socket (kabel tipis) yang menghubungkan keyboard, karena awalnya takut salah
dan menyebabkan kerusakan. Cara melepaskanya adalah dengan cara menggeser
pengguncinya kebagian bawah pada dua sisinya kemudian kabel akan mudah
dilepaskan.
Lanjut
pemasangan keyboard barunya yaitu dengan cara memasukkan bagian bawah terlebih
dahulu sampai pas di sisi kanan kirinya. Kemudian pasang kabelnya dan geser
pengunci kebagian atas. Kaitkan sisi atasnya dengan bodi laptop, Selesai.
Mungkin ada yang sudah paham kenapa susunan huruf keyboard (papan ketik) acak-acakan? Kenapa tidak berurutan mulai a sampai z? Hal tersebut karena adopsi tata letak dari mesin ketik. Awalnya dibuat berurutan tetapi karena seringkali digunakan 2 tombol yang berdekatan sehingga kemudian diacak untuk mengurangi loncatan penekanan tombol yang tidak sengaja pada mesin ketik manual. Misal huruf ‘s’, ‘t’, dan ‘h’ diletakkan berjauhan meskipun sering digunakan bersama dalam kalimat bahasa Inggris. QWERTY mulai digunakan pada tahun 1874, karena perkembangan ilmu pengetahuan maka terus dilakukan riset mengenai tata letak yang lebih baik. Contohnya DVORAK, Colemak, Workman dan spesifik sesuia bahasa sutau negara. Khusuk pada artikel ini berisi mengenai pembahasan DVORAK.
Dvorak adalah sebuah tata letak papan ketik yang dipatenkan tahun 1936 oleh August Dvorak (seorang profesor dan psikolog pendidik di University of Washington di Seattle) dan William Dealey. Dvorak diciptakan berdasarkan prinsip kerja biomekanis dan efisiensi. Susunan letak tombol huruf dengan jenis QWERTY dibuat sedemikian rupa sehingga 56 % ketukan ada pada tangan kanan dan jari-jari yang lebih banyak bekerja adalah jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
Bagi pengguna yang masih menggunakan QWERTY dalam tahap belum bisa mengetik tanpa melihat akan sangat mudah menghafal tata letak DVORAK karena jika kita belajar QWERTY maka saat kita mengetik dan lupa posisi huruf maka kita akan melihat kearah keyboard. Sedangkan jika kita memaksakan belajar DVORAK dengan keyboard (Hardware) yang masih memiliki susunan QWERTY maka kita tidak akan melihat keyboard jika lupa. Kita akan lebih 'terpaksa' tidak melihat dan lebih cepat menghafalkan.
Pengalamanku dalam menggunakan tata letak DVORAK memubutuhkan waktu 1 minggu untuk menghafal susunannya. Sampai sekarang ini masuk pada bulan ke 10 pemakaian layout DVORAK speed typing sudah lumayan. Rata-rata diatas 80 kata per menit, dan maksimal 98 kata per menit.
Bertepatan dengan hari raya idul fitri sebenarnya apakah hukum berkunjung ke saudara, saya ambil dari dua artikel berikut.
http://mengkajidiri.blog.com/?p=61
Salah satu aktivitas yang khas di bulan Syawal (khususnya di moment Idul Fithri) adalah saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Moment tersebut memang moment terbaik untuk saling mengunjungi, apalagi mengunjungi orang tua dan kerabat karena waktu senggang dan seluruh keluarga dekat bisa mudah ditemui adalah pada waktu tersebut. Dan sungguh saling mengunjungi silaturahmi ini memiliki keutamaan yang besar dari sisi pahala dan umur yang berkah, di samping dapat memupuk dan melagengkan kasih sayang.
Keutamaan Saling Mengunjungi
Beberapa hadits telah menerangkan tentang keutamaan saling mengunjungi sesama muslim. Dalam hadits Abu Hurairah disebutkan, “Sesungguhnya seseorang ada yang ingin mengunjungi saudaranya di kota lain. Allah lalu mengutus malaikat untuknya di jalan yang akan ia lalui. Malaikat itu pun berjumpa dengannya seraya bertanya, ‘Ke mana engkau akan pergi? Ia menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini?’ Malaikat itu bertanya kembali, ‘Apakah ada suatu nikmat yang terkumpul untukmu karena sebab dia?’
Ia menjawab, ‘Tidak. Aku hanya mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla.’ Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu.
Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan engkau padanya’.” (HR. Muslim no. 2567). Hadits ini disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Shahih Muslim dengan judul bab “Keutamaan saling cinta karena Allah”. Dan dalil ini dijadikan oleh para ulama sebagai dalil keutamaan saling mengunjungi sesama muslim dan mengunjungi orang sholeh yang dilandasi ikhlas dan saling mencintai karena Allah. Jadi dasarnya adalah karena Allah yaitu karena iman yang dimiliki saudaranya.
Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash Shamit, disebutkan, “Sungguh Aku mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku. Sungguh Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku. Sunguh Aku mencintai orang yang saling berderma karena-Ku. Sungguh aku mencintai orang yang saling bersedekah karena-Ku. Begitu pula dengan orang yang saling menyambung (hubungan kekerabatan) karena-Ku.” (HR. Ahmad 5/229, shahih).
Mengunjungi Kerabat
Lebih utama lagi jika seorang muslim mengunjungi orang tua, saudara dan kerabatnya. Ini akan membuahkan pahala yang lebih besar. Inilah yang dimaksudkan silaturahmi.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)
Dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah n0. 4211, shahih)
Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)
Abu Hurairah berkata, “Seorang pria mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu.” (HR. Muslim no. 2558)
Abdurrahman ibnu ‘Auf berkata bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ
“Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” (HR. Ahmad 1/194, shahih lighoirihi).
Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ
“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)
Memang terjadi salah kaprah mengenai istilah silaturahmi (silaturahim) di tengah-tengah kita sebagaimana yang dimaksudkan dalam hadits-hadits di atas. Yang tepat, menjalin tali silaturahmi adalah istilah khusus untuk berkunjung kepada orang tua, saudara atau kerabat.
Jadi bukanlah istilah umum untuk mengunjungi orang sholeh, teman atau tetangga. Sehingga yang dimaksud silaturahmi akan memperpanjang umur adalah untuk maksud berkunjung kepada orang tua dan kerabat. Ibnu Hajar dalam Al Fath menjelaskan, “Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.” Itulah makna yang tepat.
Menebus Kesalahan
Setiap hamba tidak akan lepas dari dosa, baik dosa antara dirinya dengan Sang Kholiq dan dosa terhadap sesama begitu pula terhadap orang-orang terdekat. Dosa kepada Allah bisa ditebus dengan taubat. Taubat di sini mengharuskan untuk menyesali dosa yang telah lalu, kembali taat untuk saat ini dan bertekad tidak mengulangi dosa tersebut di masa mendatang. Sedangkan kesalahan terhadap sesama di samping memenuhi syarat tadi, juga mengharuskan untuk meminta maaf kepada saudara tempat kita berbuat khilaf. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَحَدٍ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَىْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ
بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
“Barang siapa melakukan tindak kelaliman kepada seseorang, baik pada harga diri atau harta bendanya, hendaknya ia segera menyelesaikannya sekarang juga, sebelum datang hari kiamat, suatu hari yang tidak berlaku lagi uang dinar atau dirham. Akibatnya, bila ia memiliki amal shaleh, maka akan dipungut sebanyak tindak kelalimannya.
Bila ia tidak memiliki amal kebajikan, maka akan dipungutkan dari dosa orang tersebut, lalu dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449). Kondisi semacam ini tentu sangat memilukan hati kita. Di saat kita sangat butuh pada pahala amal ibadah kita, ternyata semuanya sirna karena digunakan menebus khilaf. Penyesalan yang tiada terobati pasti menyelimuti diri kita kala itu dan perasaan merugi pasti menggerogoti batin ini. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا
فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ
“Orang yang benar-benar pailit dari umatku ialah orang yang di hari kiamat dibangkitkan dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Di saat yang sama ini juga memikul dosa mencaci, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Sebagai tebusannya, orang ini diberi tebusan dari pahala amal kebajikannya, ini juga diberi tebusan dari pahala amal kebajikannya, dan ini juga diberi tebusan dari pahala amal kebajikannya. Bila pahala amal kebajikannya telah habis, padahal dosanya belum terbayar semua, maka dipungutkan dari dosa-dosa mereka dan dibebankan kepadanya. Akibatnya ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Muslim no. 2581).
Kebutuhan kita untuk terus saling memaafkan dan meminta maaf ini tentu tiada pernah putus selama masih hidup bermasyarakat termasuk dalam hidup rumah tangga dan hubungan dengan kerabat. Namun sekali lagi, saling memaafkan di sini sebenarnya bukan jadi moment khusus yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hari raya. Ketika ada salah dan yakin pernah berbuat khilaf pada orang tua, kerabat dan lainnya, hendaklah kita minta diputihkan atau dimaafkan.
Akan tetapi, hal ini tidak menjadi suatu hal yang Islam wajibkan di hari raya nan fitri. Saling mengunjungi dan saling memberi ucapan selamat akan kesuksesan di bulan Ramadhan serta saling mendoakan akan diterimanya amal-amal kita saat berpuasa, itu mesti lebih kita pupuk di hari raya.
Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr
السائل : هنا عدة أسئلة عن زيارة الأقارب أحياء أو أمواتا يوم العيد
Pertanyaan: Syaikh, ada beberapa pertanyaan yang datang terkait tentang hukum berkunjung ke rumah para kerabat, baik yang masih hidup atau pun sudah meninggal ketika hari Idul Fitri.
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafizhahullah menjawab:
الشيخ : أما زيارة القبور في يوم العيد أو في يوم الجمعة أو تخصيص يوم معين فلا يجوز ذلك ، وأما زيارة الأقارب يوم العيد والذهاب إليهم و .. يعني الدعاء لهم فإن ذلك لا بأس به . أما تخصيص المقابر بالزيارة يوم العيد أو يوم الجمعة أو يوما معينا من الأيام بالذات ليس للإنسان أن يفعل ذلك
Ziarah kubur ketika hari ‘Id atau hari Jum’at atau mengkhususkan hari tertentu tidaklah diperbolehkan. Sedangkan mengunjungi para kerabat di hari ‘Id atau menempuh perjalanan untuk mengunjungi mereka atau.. mendoakan mereka, ini semua tidak mengapa. Adapun mengkhususkan kunjungan ke pemakaman-pemakaman di hari Ied atau hari Jum’at atau hari tertentu, tidak ada ulama yang melakukan hal ini.
[Transkrip dari rekaman suara yang bisa di-unduh di http://www.islamup.com/download.php?id=55581]
Fatwa Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali
السؤال:وهذا من الجزائر يقول: ماحكم تخصيص زيارة الأقارب والأصدقاء في يوم العيد؟
Pertanyaan: Ada pertanyaan dari Aljazair, penanya berkata: Apakah hukum mengkhususkan hari Ied untuk mengunjungi para kerabat dan teman-teman baik?
Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah menjawab:
الجواب:هذا عمل طيب؛والأقارب أولى من يجب وصلهم لأنهم ذوي قرابة فهم أولى من غيرهم تبدأ بهم ثم بعد ذلك بغيرهم وهذا هو المطلوب أن يبدأ الإنسان بذوي قرابته لأنهم آكدوا حقا عليه من غيرهم فحينئذ يبرهم ثم بعد ذلك إن وجد وقتا زار إخوانه وإن حصل ذلك فرحنا
Ini perbuatan yang baik. Para kerabat adalah orang-orang yang paling wajib untuk dijalin tali silaturahimnya. Karena mereka adalah orang-orang yang memiliki qurabah (hubungan keluarga), sehingga mereka lebih layak dari yang lain untuk dijalin erat silaturahminya. Mulailah dari mereka, baru yang lain, inilah yang semestinya. Sebab lain, mereka juga memiliki hak yang lebih besar dari diri anda, dibandingkan yang lain. Maka, berbuat-baiklah kepada mereka, lalu jika ada waktu, kunjungilah mereka. Kalau memang bisa demikian, itu akan membuat kita gembira.
ولو لم وإن لم يحصل فليس هو بالسنة في ذلك وإنما يكتفي الناس ولله الحمد بالتقائهم في المصلى وبالتقائهم أيضا في المساجد في الصلوات الخمس هذا يحصل ولله الحمد كافي لا يشترط أن تذهب إلى البيت
Andaikan tidak bisa, tidak mengapa, perbuatan ini bukanlah hal yang disunnahkan. Cukup bagi anda menemui orang-orang ketika di lapangan tempat shalat ‘Id, wa lillahil hamd. Atau menemui mereka di masjid-masjid ketika shalat lima waktu, ini sudah cukup, wa lillahil hamd. Tidak disyaratkan harus mengunjungi rumah mereka.
لكن أصبح من العادات وهنا العادات ليست منافية للشرع ولم يزعموا أنها عبادة وذلك لأنه يوم فرح وسرور فلا بأس بذلك كله والله أعلم وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وأصحابه وأتباعه بإحسان
Perbuatan ini memang sudah menjadi tradisi, namun ini adalah tradisi yang tidak dinafikan oleh syari’at dan orang-orang yang melakukannya pun tidak menganggap ini sebagai ibadah. Perbuatan ini sebatas karena hari ‘Id adalah hari bergembira dan bersenang-senang. Maka perbuatan-perbuatan demikian itu semua tidak mengapa, wallahu’alam. Wa shallallahu wa sallama wa baarik ‘ala ‘abdihi wa rasulihi nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa ash-habihi wa atba’ihi bi ihsaanin.
[Transkrip dari rekaman suara yang bisa di dengarkan di http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=122458]
Fatwa Syaikh Abdullah Al Faqih
هل من السنة زيارة الأقارب والأصدقاء وذلك لغرض المعايدة، وهل يعتبر ذلك تخصيصاً، لأننا سمعنا أن أحد العلماء يقول زيارة الأحياء في العيد كزيارة الأموات؟
Pertanyaan: Apakah mengunjungi saudara dan teman-teman baik dalam rangka merayakan hari ‘Id termasuk perbuatan yang disunnahkan? Apakah ini termasuk pengkhususan hari tertentu yang terlarang? Karena kami dengar ada salah seorang ulama yang mengatakan bahwa mengunjungi orang yang masih hidup sama hukumnya sebagai mana mengunjungi orang mati (ziarah kubur).
Syaikh Abdullah Al Faqih hafizhahullah menjawab:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:
فزيارة الأقارب والأصدقاء والجيران في العيد مشروعة، جاء في الموسوعة الفقهية الكويتية:
Alhamdulillah Was Shalatu Was Salamu ‘ala Rasulillah Wa ‘ala Alihi Wa Shahbihi, Amma ba’du:
Saling berkunjung antar kerabat, tetangga dan teman dekat pada hari ‘Id adalah perbuatan yang masyru’ (memiliki landasan dalil dalam syari’at). Sebagaimana tertulis dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah:
التزاور مشروع في الإسلام، وقد ورد ما يدل على مشروعية الزيارة في العيد، فقد روي عن عائشة رضي الله عنها قالت: دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم وعندي جاريتان تغنيان بغناء بعاث، فاضطجع على الفراش وحول وجهه ودخل أبو بكر….. إلى آخر الحديث.، وموضع الشاهد فيه، وزاد في رواية هشام: يا أبا بكر إن لكل قوم عيداً وهذا عيدناً.، قال في الفتح: قوله وجاء أبو بكر: وفي رواية هشام بن عروة “دخل علي أبو بكر” وكأنه جاء زائراً لها بعد أن دخل النبي صلى الله عليه وسلم بيته.^^ انتهى.
“Saling berkunjung (antar kerabat, tetangga dan teman dekat pada hari ‘Id) adalah perbuatan yang masyru’ dalam Islam. Terdapat riwayat yang menunjukkan masyru’-nya hal tersebut, yaitu hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiallahu’anha, beliau berkata: ‘Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam masuk ke rumah, ketika itu aku sedang bersama dua anak wanita yang bernyanyi dengan senandung bu’ats. Lalu beliau bersandar di tempat tidur dan wajahnya menoleh (pada dua anak wanita yang bernyanyi tadi). Kemudian datanglah Abu Bakar…‘ sampai akhir hadits. Sisi pendalilan dari hadits ini, terdapat tambahan riwayat dari Hisyam, bahwa Nabi bersabda: ‘Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki Id sendiri, dan hari ini adalah Id kita‘. Dalam Fathul Baari di jelaskan mengenai tambahan riwayat yang berbunyi ‘Kemudian datanglah Abu Bakar‘: ‘Seolah-olah Abu Bakar datang untuk berkunjung kepada ‘Aisyah (anaknya), beberapa saat setelah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam masuk’”. [sampai di sini nukilan dari Mausu'ah Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah]
ولا شك أن التزاور في العيد مما يقوي الصلة، ويزيل الشحناء ويقطع التدابر، ولذلك فهو عمل مسنون كان عليه السلف من الصحابة ومن بعدهم، وهو عمل المسلمين إلى يومنا هذا، ولا نعلم أن أحداً من العلماء شبه زيارة الأحياء بزيارة الأموات، ولم نفهم المراد من قولك (وهل يعتبر ذلك خصيصاً) وفي ما مضى كفاية.
والله أعلم.
Tidak ragu lagi bahwa saling berkunjung di hari Id, yang menyebabkan terjalinnya silaturahmi, berakhirnya sengketa, berakhirnya saling benci, maka ini adalah perkara yang dianjurkan dan dilakukan oleh para salaf dari kalangan sahabat dan yang setelah mereka. Ini pun merupakan kebiasaan kaum muslimin sampai hari ini. Saya tidak mengetahui ada seorang ulama yang menyamakan perbuatan ini dengan mengunjungi orang mati (ziarah kubur).
Operating System (OS) dapat
definisikan suatu sistem yang digunakan pada suatu perangkat keras,
definisi tersebut saya tarik sendiri berdasarkan apa yang saya tau.
Dua benda elektronik yang sering digunakan adalah laptop dan telepon
selular bagi kalangan mahasiswa. Kali ini yang akan saya bahas
tentang OS yang dipakai pada laptop.
Umumnya orang indonesia memiliki
laptop atau komputer dengan OS Windows, banyak sekali pemilik
perangkat keras yang ditanami OS tersebut akan tetapi kebanyakan
pengguna tidak memahami OS tersebut, pengguna (user) biasanya hanya
menggunakan untuk kebutuhan sehari contohnya bagi mahasiswa
mengerjakan tugas/laporan, menyimpan materi dan lain-lain. Sayangnya
OS Windows yang beredar/digunakan (install) oleh user indonesia
adalah hasil bajakan.
Menurut beberapa survei yang pernah
saya baca diberita online bahwa sistem hasil bajakan memiliki file
yang dapat membahayakan / merusak, Jadi seringkali laptop/komputer
user dalam jangka waktu tertentu mengalami masalah. Hal ini pernah
saya alami ketika membeli laptop bekas yang telah terinstal sistem
bajakan karena kurangnya pengetahuan hanya sekitar pemakaian 3 bulan
laptop saya mengalami penurunan kinerja sampai pada akhirnya tidak
dapat digunakan. Dari pengalaman tersebut saya membeli laptop baru
yang telah terinstal sistem DOS dari produsennya, mengingat keruskan
pada laptop sebelumnya saya mencari alternatif untuk menggunakan
sistem lain yang bukan bajakan tetapi dapat dijangkau harganya.
Awalnya saya mencari informasi tentang
ubuntu karena hanya itu yang saya tahu berdasarkan salah satu program
ditelivisi swata yang berbincang dengan staf kementrian komunikasi
informasi. Selanjutnya saya menginstalnya dan sedikit demi sedikit
memahami apa itu ubuntu, sampai saya tahu bahwa ubuntu bukanlah suatu
sistem tepai hanya sebuah distro pada sistem Linux.
Jika mahasiswa pada bidang komputer
pasti banyak yang membahasnya dalam perkuliahan bahkan bisanya
terdapat komunitas. Akan tetapi berbeda dengan saya, di fakultas saya
tidak ada hal seperti itu karena saya berada pada bidang pertanian
jadi semua informasi yang saya dapat bersumber dari internet.
Masalah pun berdatangan tetapi
selanjutnya akan saya sebutkan yang berkaitan dengan kegiatan
perkuliahan. Pertama, tidak ada atau saya belum menemui mahasiswa/i
lain yang menggunakan sistem Linux apalagi dosennya, jadi serasa
terkucilkan seperti contohnya materi yang diberikan dosen tidak pas
jika dibuka pada laptop saya terkadang jika memiliki file untuk
diberikan pada teman harus dikonversi jadi sebagai minoritas ya harus
selalu mengalah. Kedua yaitu tugas, dibidang pertanian pasti banyak
membuat laporan dari praktikum, biasanya dalam satu minggu membuat
2-4 laporan ditambah terkadang tugas yang perlu diketik/print. Pada
awalnya memang sedikit susah karena hasil laporan yang telah selesai
harus diprint di mesin fotokopi dimana komputer yang ada selalu OS
Windows. Akibatnya file yang ada harus dikonversi, hal ini bukan
masalah yang sulit akan tetapi berbeda pada saat ketika ada
persyaratan margin harus sesuai dimana hasil print file saya selalu
tidak tepat karena ukuran yang berbeda antara distro ubuntu dengan
sistem windows.
Setiap ada permasalahan pasti ada
solusi saat ini saya masih menggunakan sistem linux akan tetapi tidak
lagi menggunakan distro ubuntu tetapi xubuntu sebenarnya bukan karena
2 permasalahan diatas teapi karena distro xubuntu lebih ringan dan
cepat menurut saya. Dan selanjutnya saya memiliki printer sendiri
jadi tidak ada masalah dalam pencetakan laporan/tugas. Sedangkan
permasalah materi dari dosen yang tidak sesuai hanya sedikit biasanya
bermasalah pada margin, paragraf dan gambar dari grafik yang biasanya
tidak muncul.
Akhir tahun banyak terjadi banjir
di beberapa daerah, memang saat ini musimnya hujan jadi ya diterima saja rizki
yang diturunkan allah. Walaupun banjir biasanya tidak terlalu lama terjadi
tetapi dampak setelahnya juga banyak, salah satunya sulitnya mendapat air
bersih karena mata air yang biasanya digunakan akan tercemar oleh benda-benda
lain yang terbawa banjir.
Lalu
bagaimana jika sudah fatal begini?? Ya satu-satunya cara adalah mengirim air
dari tempat lain yang tidak terkena banjir sampai mata air yang dekat bisa
kembali digunakan. Jika seperti ini jelas penyebab kesulitan mendapatkan air bersih
karena banjir. Jadi yang harus dicegah adalah bagaimana banjir tidak datang
lagi dikemudian hari agar tidak mengganggu mata air yang tersedia.
Kelangkaan
air bersih bisa juga terjadi di suatu daerah walupun dimusim penghujan seperti
sekarang penyebabnya karena tanah yang ditempati tidak bisa menahan air, dalam
kasus ini kita bisa melakukan usaha supaya air tetap tertahan dalam tanah.
Berikut
ini usaha yang dilakukan untuk mempertahanka air hujan dalam tanah agar tetap
mencukupi kebutuhan manusia
1. Membuat
jalan dengan paping
Seringkali halaman rumah dibangun
dengan cor semen supaya saat keluar atau masuk rumah tidak kotor saat tergenang
air, padahal ada bahan lain yang lebih baik yaitu paping karena pada pemasangan
paping ada celah-celah yang bisa sebagai jalannya air ke tanah dan semua air
tidak langsung menuju got atau aliran yang lebih besar.
2. Membangun
rumah tanpa talang
Kenapa talang tidak baik?? Pembuatan
talang bertujuan supaya air jatuh pada beberapa titik. Padahal yang lebih baik
adalah air jatuh pada setiap sisi rumah karena tanah yang menyerap air lebih
banyak dan tidak langsung hanyut pada saluran air.
3. Reboisasi
Semakin banyak akar semakin banyak
pula air yang tertahan, jadi yang harus dilakukan adalah memperbanyak pohonnya.
4 4. Bio
pori
Bentuknya mirip dengan sumur bor,
kelebihannya adalah karena permukaan air yang kecil tidak terlalu banyak
terjadi penguapan.
Demikian beberapa usaha yang bisa kita
lakukan, sebenarnya kelangkaan air bersih mudah diatasi dan harus diketahui
penyebabnya supaya didapat solusi yang efektif.